Feeds:
Posts
Comments

Banyak perayaan besar seperti momen ulang tahun perusahaan, pembukaan pekan olahraga dan perayaan Hari Besar Nasional dilewati dengan pelepasan balon udara. Tapi tahukan teman, pelepasan balon udara ke langit tersebut dapat menimbulkan bahaya terhadap lingkungan ???

Berikut ini sejumlah fakta yang dapat mengungkap bahaya dibalik balon udara

* Ketika balon terbang di udara, balon bisa terbawa angin ke tengah laut. Walaupun laut itu beratus-ratus kilometer jauhnya, balon bisa tetap terbawa ke laut!

* Ketika balon tersebut terkena air laut yang asin, warna balon tersebut juga lama-lama hilang. Ketika warna balon hilang dan menjadi transparan, maka binatang-binatang laut kira balon itu adalah makanan dan memakannya.

* Penyu laut yang menyukai ubur-ubur, yang bergerak dan berbentuk seperti balon juga memakannya. Ketika penyu itu memakan balon itu, balon bisa menutup lambungnya dan akhirnya kelaparan hingga mati.

* Ikan paus juga sering memakan balon di laut dan masuk ke dalam perutnya, yang dapat mematikan ikan paus itu.

* Nah… kalau kamu tahu balon yang berwarna metalik, dan bisa berkaca-kaca, kalau balon ini nyangkut di kabel listrik, maka listrik juga bisa korsleting dan mematikan listrik di daerah itu.

Nah, mulai sekarang yuk ganti balon udara dengan media perayaan lainnya. Ada yang punya ide ?

 

Pernah menonton film Denias ??? Saya belum. Beberapa hari yang lalu film ini sempat mencuri perhatian saya dan membuat saya untuk segera menonton film ini. Lewat ajang penghargaan Indonesia Movie Awards, film besutan sutradara John de Rantau di bawah bendera ALENIA Pictures, Denias dinobatkan sebagai film terfavorit pilihan pemirsa. Film yang dibintangi oleh bintang AFI junior Albert Fakdawer, Marcella Zallianty, Mathias Muchus, Michael Jakariminela, Audry Papilaya, Pevita Pearce, dan Ari Sihasale ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang anak bernama Denias yang berasal dari sebuah suku yang terletak di pegunungan Jayawijaya. Kisah hidup seorang Denias sebagai anak negeri yang tinggal di suku pedalaman pegunungan Jayawijaya tidak serta merta memupus keinginan Denias untuk melihat dunia. Berkat dorongan ibunda Denias, seorang Pak guru di sekolah darurat (Mathias Muchus) dan seorang tentara yang bernama Maleo (Ari Sihasale), Denias terbantukan untuk belajar dan mengenal Papua sebagai bagian dari negeri Indonesia yang sangat luas. Padahal, ayah Denias (Michael Jakariminela) lebih suka jika sang anak membantunya bekerja di ladang daripada belajar. Memikirkan perut lebih penting daripada otak. Denias nyaris putus asa. Apalagi ketika kemudian ketiga orang yang menyemangatinya satu persatu pergi. Namun pesan ketiga orang itu agar Denias tetap bersekolah membangkitkannya. Dia pun kabur dari rumah. Tujuannya adalah bersekolah, meski untuk itu dia harus melewati gunung, hutan, sungai dan lembah hingga berhari-hari. Bekalnya adalah sebuah peta Indonesia dari kardus bekas yang diberikan Maleo. Ternyata, pengorbanan itu pun belum cukup. Denias sempat terlunta lunta di kota dan bersahabat dengan anak jalanan sebelum akhirnya dia bertemu bu guru Sam (Marcella Zalianty). Kepada guru itu Denias menuliskan kalimat Nama saya Denias. Mama saya suruh saya sekolah. Karena dia bilang gunung takut pada anak sekolah. Demikian sekelumit cerita film Denias. Film yang mengusung tema pendidikan ini seperti mewakili kisah pilu sebagian anak negeri ini (Indonesia) yang bersemangat dan memiliki impian untuk bersekolah namun terhalang karena ketiadaan dana. Keseluruhan setting film ini mengambil lokasi di Papua dengan tampilan hutan yang masih perawan, pegunungan yang berselimut salju, hewan langka serta adat primitif mendapat porsi cukup banyak di film ini. (sumber : suara pembaharuan) Konon, Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang anak Papua bernama Janias yang kini bersekolah di Darwin, Australia. Bookmark and Share

Beberapa negara sudah memulai aksinya untuk menyatakan “tidak pada kantong plastik”…lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Jangan salah…ternyata di Republik ini ada sebuah komunitas yang berawal dari keinginan mahasiswa – mahasiswa Arsitektur UGM untuk mengurangi penggunaan plastik
Caranya ?
Mereka berinsiatif membuat tas alternatif pengganti tas plastik (kresek)
Mau tau seperti apa bentukan tas anti kresek yang dihasilkan oleh mereka ?
Bahannya terbuat dari kain blacu, beberapa orang menyebutnya kain karung.
Jadi inget dulu waktu aku melewati masa – masa SMU di STERO Yogya, hampir seluruh anak menggunakan tas ini. Tas ini cukup favorit karena simple, ringan dan mudah dibersihkan (tinggal dicuci jika kotor). Bahkan jadi trade marknya anak STERO (bangga nih )
Nah, ternyata…melakukan sesuatu untuk memberi arti untuk lingkungan tidak harus mahal, mewah dan boros bukan. Siapa aja bisa berperan….
Mungkin ada yg berminat untuk ikutan geng ini,…boleh – boleh silahkan klik http://gengantikresek.wordpress.com/
Siapa tahu mereka bisa bagi – bagi ilmu soal produk mereka. Hitung – hitung mengasah kesensitif-an kita terhadap lingkungan.

Pesawat “hijau” ala Boeing 787 Dreamliner Isu Global Warming rupanya mulai menyentuh Perusahaan produsen pesawat Boeing. Belakangan ini perusahaan Boeing tengah menyelesaikan pembuatan pesawat model 787 Dreamliner yang sedianya akan segera diluncurkan. Pesawat Dreamliner ini disebut sebagai pesawat penumpang “hijau” yang berukuran menengah dengan kapasitas hingga 330 penumpang dan menempuh rute jarak jauh. Pesawat Dreamliner ini menghabiskan bahan bakar 20 persen lebih hemat sehingga mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca. Boeing 787 Dreamliner ini menggunakan sejumlah model desain revolusioner, yang sebagian besar mencakup penggunaan bahan campuran plastik berteknologi tinggi, bukan aluminium. Hingga 50 persen struktur dasar pesawat termasuk badan pesawat dan sayap, dibuat dari bahan campuran seperti serat karbon. Dengan demikian bagian badan dan pesawat dalam satu kesatuan, sehingga terkurangi hingga 1500 lembar aluminium dan 40.000 hingga 50.000 alat penyeimbang. Bahan campuran yang digunakan dalam Dreamliner juga lebih kuat tetapi lebih ringan dibanding dengan material pada umumnya. Hal ini memungkinkan efsiensi penggunaan bahan bakar. Secara ekonomi, penghematan bahan bakar yang lebih sedikit memungkinkan biaya penerbangan jarak jauh lebih murah. Inovasi Dreamliner ini mencakup kenyamanan yang lebih besar bagi penumpang dengan tingkat kelembaban kabin yang lebih tinggi sehingga mengurangi dehidrasi penumpang. Perusahaan Boeing merencanakan pembuatan 2000 Dreamliner dalam dua dekade mendatang dan sudah menerima pesanan sebanyak 634 pesawat untuk 45 perusahaan dengan harga jual total antara US $ 146 milyar – US $ 200 milyar. Pesawat Boeing 787 Dreamliner ini akan diujicoba dalam penerbangan perdana pada akhir tahun ini sebelum diluncurkan untuk tujuan komersial pada tahun 2008 oleh Japan All Nippon Airways (ANA). Sayangnya, inovasi Dreamliner ini menuai pandangan pesimis dari pengamat lingkungan. Logikanya, jika pesawat dreamliner berbahan bakar hemat memberikan tiket yang murah akan mengundang banyak orang yang menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi jarak jauhnya. Hmmmm…betul juga !?

Pernahkah anda bermimpi tinggal di pulau buatan yang bentuk daratannya menyerupai ranting – ranting pohon yang menghadap ke lautan ?

Kini angan itu bukan sekedar mimpi, setidaknya hal tsb benar – benar terjadi di Dubai tepatnya di The Palm Jumeirah. The Palm Jumeirah merupakan pulau buatan yang kavlingnya menyerupai ranting yang menawarkan 4000 vila dan apartemen mencolok yang mengarah ke teluk Persia.

Konon, The Palm Jumeirah juga disebut sebagai keajaiban dunia kedelapan, kawasan ini telah menggandakan 70 km garis pantai Dubai. Sedianya bukan hanya The Palm Jumeirah saja yang nantinya menghiasi teluk Persia, masih ada The Palm Jebel Ali, dan The Palm Deira (sedang dibangun) dimana keduanya juga merupakan pulau buatan yang bentuknya menyerupai The Palm Jumeirah.

Produk modernisasi Dubai ini merupakan aksi nekat meski berbuah kemewahan. Pembangunan pulau – pulau buatan ini telah merusak ekosistem pesisirnya (terumbu karang, tapak bertelur penyu ) dan mengganggu ekologi kelautan di bagian barat teluk Persia.

Newbie

Ini adalah hari pertama saya menggunakan WordPress. Bingung mode on* ternyata tampilannya agak ngejelimet sehingga membuat sy bingung untuk posting tulisan dan edit theme :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.